Showing posts with label KEMILAU CINTA KAMILA 3. Show all posts
Showing posts with label KEMILAU CINTA KAMILA 3. Show all posts

Sunday, December 19, 2010

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila 3 episode 75 - final episode

Sinopsis Sinetron Kemilau Cinta Kamila 3 episode 75
Final Episode / Episode Terakhir ( 19 Desember 2010 )
Kamila dan Fadil berharap agar pintu hati Eyang Tini segera terbuka, agar Fadil dan Kamila bisa bersama lagi.

Edo meminta maaf pada Kamila atas sikap Martha. Kamila bilang dia tidak apa - apa dan tidak akan datang ke pernikahan Edo. Edo meminta agar Kamila dan Kaffa tetap datang dan tidak usah menghiraukan Indy dan Martha.

Taufan bilang pada Eyang Tini agar jangan marah pada Fadil, karena Taufanlah dalang semuanya. Taufan minta agar Eyang Tini mengizinkan Fadil dan Kamila bersama, karena mereka akan tersiksa jika berpisah. Eyang Tini bilang Kamila tidak mencintai Fadil lagi. Taufan bilang Kamila masih mengandung dan mencintai Fadi. Eyang Tini marah dan mengusir Taufan. Taufan tidak mau pergi dan berusaha tetap mengusir Taufan sehingga Eyang Tini terjatuh dari kursi roda.

Taufan ingin menolong Eyang Tini, Wiwi juga datang. Tiba - tiba Laras dan Haris tiba. Eyang Tini minta agar Haris mengusir Taufan karena Taufan membuat kacau semuanya.

Haris minta agar Taufan tidak menemui Eyang Tini. Haris minta agar Taufan bersikap seperti Fadil yang menurutinya. Haris minta agar Taufan jangan mencampuri semuanya karena Taufan hanya memperkeruh suasana.

Haris bilang pada Fadil agar minta Taufan jangan bertindak gegabah, karena niat baik bisa jadi salah. Haris bilang tindakan Taufan hanya membuat Kamila dan Fadil susah bersama.

Fadil mencari Taufan ke rumah, tetapi tidak ada. Fadil bilang pada Ambar dan Tama kalau Taufan menemui Eyang Tini dan membuatnya marah.

Tama mencoba menghubungi Taufan, tapi Taufan tidak bisa dihubungi. Tama menyayangkan sikap Taufan yang selalu bertindak tanpa pikir panjang.

Taufan merasa semua tindakan yang dia lakukan selalu salah.

Eyang Tini minta agar Laras menghubungi Kamila dan meminta agar Kamila cepat pulang.

Kamila akan pulang dari restoran dan bertemu Fadil. Kamila minta maaf karena harus cepat pulang. Fadil berniat mengikuti Kamila karena takut ada hal yang penting.

Eyang Tini minta agar Kamila jangan datang ke pernikahan Edo karena Eyang Tini tidak mau disana akan dijadikan ajang temu Fadil dan Kamila. Eyang Tini bilang selama ada Taufan di dekat Fadil, Eyang Tini tidak akan mengizinkan Kamila bersatu dengan Fadil. Eyang Tini minta agar Kamila jangan mengecewakannya.

Kamila keluar dari rumah dan Fadil sudah menunggunya. Kamila menangis dan memeluk Fadil. Fadil bilang Kamila tidak usah menjelaskannya, karena Fadil telah mendengar semuanya.

Eyang Tini memanggil - manggil Kamila. Fadil menyuruh agar Kamila cepat masuk agar Eyang Tini tidak curiga.

Taufan minta maaf pada Fadil karena telah lancang menemui Eyang Tini. Taufan malah membuat semuanya kacau. Taufan mempersilakan Fadil kalau mau marah dan melampiaskan kekesalan padanya.

Fadil akan memukul Taufan tapi tidak jadi. Fadil bilang jika dengan menyakiti Taufan akan membuat Kamila kembali, dia akan melakukannya. Fadil sangat kecewa karena Taufan selalu mencampuri urusannya, apalagi itu menyangkut Kamila dan keluarganya.

Fadil meninggalkan Taufan dan Taufan berjanji akan melakukan apapun agar Kamila dan Fadil bisa kembali bersama.

Fadil bilang Eyang Tini marah dan Kamila dilarang datang ke pernikahan Edo dan Indy.

Taufan mendengarkan semuanya, begitu pula dengan Indy. Indy sangat senang karena tanpa Indy turun tangan akhirnya ada halangan yang mencegah agar Kamila tidak datang.

Haris dan Laras mengajak Eyang Tini agar tinggal kembali bersama mereka, karena Kamila sedang hamil jadi kasihan kalau harus merawat Eyang Tini. Haris bilang agar Kamila tinggal bersama Wiwi. Eyang Tini tidak mau pindah karena takut Kamila dan Fadil bertemu diam - diam.

Kamila datang dan minta agar Eyang Tini jangan khawatir. Kamila bilang dia sangat yakin kalau apa yang akan dilakukan Eyang Tini adalah pasti yang terbaik buat Kamila.

Tama dan Fadil berdoa agar semua masalah dapat diselesaikan. Ambar sangat sedih dan ikut berdoa.

Kamila mendapat kiriman untuk Kaffa dari Edo. Edo bilang dalam suratnya agar Kaffa memakai jas yang dikirimkan padanya di hari pernikahannya.

Kamila ingat janjinya pada Eyang Tini. Kamila menghubungi Edo dan minta maaf karena Kamila tidak bisa datang. Edo bilang dia menjamin Martha dan Indy tidak akan marah. Kamila bilang itu karena Eyang Tini yang melarangnya.

Kamila minta maaf pada Kaffa karena tidak bisa menghadiri pernikahan Edo.

Edo menemui Eyang Tini dan minta agar mengizinkan Kamila datang ke pernikahannya. Eyang Tini bilang dia tidak mau kalau di pernikahan Edo, Fadil akan mendekati Kamila.

Edo bilang Kamila dan Fadil itu saling cinta dan penyebab semua masalah adalah Taufan bukan Fadil. Eyang Tini bilang pada Edo, dia tidak akan mengizinkan Kamila kembali pada Fadil, selama ada Taufan di dekat Fadil.

Edo minta agar jauh - jauh dari Kamila dan Fadil agar mereka hidup bahagia. Edo minta kalau perlu agar Taufan pergi dari keluarga Renaldy.

Taufan berpikir perkataan Edo ada benarnya.

Andara menghubungi Taufan dan sangat heran dengan sikap Taufan yang melepak proyeknya. Andara sangat tahu Taufan tidak mungkin melakukan hal itu. Taufan bilang dia memang melakukannya.

Indy mimpi Kamila datang ke pernikahannya dan kehadirannya itu membuat kacau.

Taufan bilang pada Edo dia akan pindah ke Amerika. Taufan minta agar Edo menjamin Kamila dan Fadil akan hidup bersama dan Eyang Tini akan memaafkan Fadil. Edo menjamin semuanya.

Fadil sangat senang karena Kamila akhirnya diizinkan kembali. Kamila bilang itu semua karena Edo yang membujuk Eyang Tini. Kamila bilang dalam satu minggu ini mereka ada dalam pengawasan Eyang Tini. Fadil pamit pada Kamila karena Ambar memintanya pulang, ada sesuatu yang ingin dibicarakan.

Indy sangat takut, kalau Kamila akan mengacaukan pernikahannya seperti dalam mimpinya.

Taufan bilang pada semuanya, kalau ia telah memutuskan akan kembali ke Amerika. Ambar bilang itu tidak mungkin, bagaimana dengan proyek Taufan? Taufan bilang dia sudah melepas proyeknya dan akan mengembangkan bisnis di Amerika.

Tama minta Ambar agar mengizinkan Taufan pergi. Dengan berat hati Ambar mengizinkan Taufan pergi.

Kamila tidak enak hati, dia ingin menghubungi Fadil. Tapi Kamila sudah berjanji pada Eyang Tini tidak akan bilang soal Taufan pada Fadil.

Fadil bertanya pada Taufan, apa Taufan pergi karena sakit hati dengan kata - katanya? Atau Taufan merasa bersalah pda Kamila dan dirinya? Taufan bilang bukan karena dua - duanya. Apapun yang terjadi Taufan tetap akan pergi.

Haris dan Laras minta maaf karena Eyang Tini tidak bisa datang. Fadil bertanya apa Kamila tidak datang juga?

Kamila dan Wiwi sedang bermain bersama Kaffa. Eyang Tini datang dan mengajak Kamila agar ikut dengannya.

Anna sangat senang karena Andara datang ke pernikahan Edo. Tapi tidak begitu dengan Ambar yang tidak senang dengan kehadiran Andara. Tama minta agar Ambar jangan marah - marah pada Andara dan jangan membuat keributan.

Upacara siraman Edo dan Indy dilaksanakan.

Eyang Tini, Kamila, Wiwi dan Kaffa datang. Semuanya kaget karena mengira mereka tidak akan datang.

Ambar sangat senang dan memeluk Kamila. Tama juga senang. Eyang Tini bilang pada semuanya, kalau dia sudah memutuskan untuk mengizinkan Kamila dan Fadil  bersama.

Indy sangat sedih karena ia tidak mau Kamila kembali ke keluarga Renaldy.

Eyang Tini juga bilang selama 1 minggu Kamila akan tinggal terpisah dan Fadil akan diawasi. Fadil berjanji dia tidak akan mengecewakan Kamila lagi. Eyang Tini minta agar semua menepati janjinya.

Saturday, December 18, 2010

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila 3 episode 73 dan 74

Sinopsis Sinetron Kemilau Cinta Kamila 3 episode 73 dan 74 ( 18 Desember 2010 )

Haris dan Laras bilang meskipun sudah berjanji pada Eyang Tini tidak akan membuat Kamila kembali pada Fadil, tapi mereka tetap mendukung hubungan Fadil dan Kamila. Kamila bilang agar Haris dan Laras tidak usah repot menyatukannya dengan Fadil karena Kamila sudah memutuskan untuk berpisah sementara dengan Fadil. Kamila bilang meskipun dia masih sangat mencintai Fadil, tapi selama Eyang Tini belum merestuinya, Kamila tidak akan bersatu dengan Fadil. Kamila bilang dia tidak mau Eyang Tini semakin sakit, Haris dan Laras juga merasakan hal yang sama.

Ambar bilang dia akan menemui Eyang Tini agar jangan menghalangi Fadil dan Kamila. Fadil melarang dan Ambar memaksa. Tama minta agar Ambar jangan bertindak kalau tidak diminta. Indy mendengarkan pembicaraan semuanya.

Indy menanyakan pada Marta, apa Edo sudah menarik kembali undangan untuk Kamila. Indy bilang dia sangat takut karena Kamila dan Fadil semakin memburuk. Marta berjanji hal itu tidak akan membuat Edo menyakiti Indy dan Marta berjanji akan terus memberi kabar pada Indy.

Wiwi mendengarkan Kamila yang sedang berdoa. Kamila merasa ini adalah hukuman karena Kamila meninggalkan Fadil. Kamila meminta agar Eyang Tini segera disembuhkan, agar dia bisa bersama Fadil lagi.

Wiwi sangat sedih melihat Kamila yang sepertinya ingin kembali bersama Fadil, tapi tidak direstui Eyang Tini. Wiwi akan melakukan sesuatu.

Taufan memberitahu Fadil kalau Kamila masih hamil. Taufan bilang dia tahu dari Wiwi dan Taufan pun memberikan rekap kesehatan Kamil. Fadil sangat senang.

Haris memberitahu kalau Eyang Tini sudah boleh keluar dari rumah sakit. Eyang Tini sangat senang.

Eyang Tini bertanya pada Kamila yang tidak bersemangat? Haris bilang Kamila pucat. Eyang Tini meminta agar Kamila dan Wiwi pulang, karena Eyang Tini ada Haris dan Laras.

Laras bilang Kamila kehilangan semangat hidupnya karena berpisah dengan Fadil. Eyang Tini sangat marah pada Laras karena menyebut - nyebut nama Fadil.

Edo bertanya pada Marta yang baru pulang? Marta bilang habis belanja. Edo bilang Marta bohong. Akhirnya Marta jujur kalau dia menemui Kamila dan meminta agar Kamila tidak datang ke pernikahan Edo dan Indy. Marta minta agar Edo jangan marah karena Kamila juga tidak apa - apa.

Fadil menemui Kamila dan sangat senang karena Kamila tidak keguguran. Kamila minta maaf karena Eyang Tini sakit dan melarangnya bertemu Fadil. Fadil minta maaf karena merasa menjadi suami yang tidak berguna. Wiwi sangat senang Kamila dan Fadil bersama.

Friday, December 17, 2010

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila 3 episode 72

Sinopsis Sinetron Kemilau Cinta Kamila 3 episode 72 ( 17 Desember 2010 )

Martha dan Edo sedang menulis daftar tamu yang akan di undang. Martha bilang semuanya sudah selesai. Edo bilang belum, karena tamu special Edo belum ditulis. Martha bertanya siapa tamu special Edo? Edo menjawab Kamila dan Kaffa adalah tamu istimewanya. Martha sangat kaget dan mencega Edo agar jangan mengundang Kamila, karena bisa – bisa Indy marah. Edo bilang Indy sekarang sudah dewasa dan pasti tidak akan marah kalau Kamila datang ke pernikahannya.

Fadil berharap agar hubungannya dengan Kamila bisa seperti dulu lagi.

Laras tidak yakin kalau Eyang Tini akan menerima kedatangan mereka. Haris bilang mereka harus tetap berusaha mendekati Eyang Tini, jangan sampai putus silaturahmi.

Benar saja, Eyang Tini marah – marah pada Haris dan Laras. Eyang Tini minta agar Haris dan Laras tidak usah datang kalau niatnya hanya ingin meminta agar Kamila kembali pada Fadil. Akhirnya Haris mengalah dan bilang tidak akan membicarakan Fadil dan Kamila karena yang paling penting adalah kesehatan Eyang Tini.

Eyang Tini minta agar Haris dan Laras akan menjauhkan Kamila dari Fadil, kalau tidak mau Haris dan Laras tidak boleh datang lagi.

Thursday, December 16, 2010

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila 3 episode 70 dan 71

Sinopsis Sinetron Kemilau Cinta Kamila episode 70 dan 71 ( 16 Desember 2010 )

Edo bertemu Kamila. Edo baru tahu kalau Kamila sudah tinggal di Jakarta. Tiba – tiba pelayang datang dan bilang kalau Kamila sudah ditunggu oleh supirnya. kamila akan pergi tapi Edo menahannya. Akhirnya Edo tahu kalau Kamila pemilik rumah makan itu. Edo akan memberitahu Fadil tapi Kamila melarangnya.

Fadil menghubungi balik Edo, karena tiba – tiba Edo memutuskannya. Tapi Fadil tidak bisa menghubungi Edo.

Edo bilang pada Kamila kalau Fadil itu sangat menunggu – nunggu Kamila dan Kaffa. Edo bilang Kamila itu tidak berhak marah pada Fadil, karena yang salah dalam sandiwara itu adalah Taufan. Kamila sangat marah karena Edo tahu dan terlibat dalam sandiwara itu. Edo membela diri dan bilang dia sudah berusaha membongkar penyamaran Taufan saat di Anyer dan di restoran, tapi Kamila tidak mempercayainya.

Edo bilang dia berhenti niat membongkar  penyamaran Taufan saat Fadil sendiri yang minta agar sandiwara itu jangan dibongkar, karena takut Kamila sakit. Kamila akhirnya ingat., tapi Kamila tetap marah pada Edo karena Edo sama seperti yang lainnya berbohong dan Kamila tidak suka itu.

Kamila menangis di dalam mobil. Kamila menyesali dirinya yang tidak pernah mempercayai kata – kata Edo. Dulu dia sangat yakin kalau Taufan dan Fadil tidak mungkin membohonginya.

Edo memberitahu Fadil kalau Kamila sudah ada di Jakarta. Fadil bilang dia sudah tahu tapi belum berani menemui Kamila. Edo bilang dulu Fadil mencari – cari Kamila sekarang ketika sudah dekat, Fadil malah diam saja.

Fadil bilang itu karena Eyang Tini melarang dirinya bertemu dengan Kamila. Fadil tidak mau membuat Kamila sedih lagi. Fadil bilang dia akan menemui Kamila saat Kamila sudah mau menerimanya kembali.

Kamila meminta agar Wiwi mengambil air panas di pantry, sementara itu Kamila menemani Eyang Tini.

Wiwi bertabrakan dengan Taufan. Wiwi memanggil Taufan dengan sebutan Fadil. Wiwi ingat kata – kata Eyang Tini agar menghindari Fadil, karena hanya akan membuat Kamila sedih.

Laras dan Haris mendapat kabar kalau Eyang Tini di rawat di Rumah Sakit dan terkena struk. Haris sangat kahwatir dan Laras menenangkan Haris. Laras akan memberitahu Fadil, tapi Haris melarangnya. Haris mengingatkan kehadiran mereka saja belum tentu diteriman Eyang Tini apalagi kalau membawa Fadil.

Kamila sangat heran dengan Wiwi yang menjadi pendiam, Wiwi bilang tidak apa – apa. Kamila baru sadar kalau Tas Kaffa ketinggalan dan mengajak Wiwi agar kembali ke rumah Sakit.

Haris dan Laras menengok Eyang Tini. Eyang Tini bertanya darimana Haris tahu dirinya sakit? Haris bilang dia yang meminta Laras mengecek Kamila atau Eyang Tini di rumah Sakit. Laras bertanya dimana Kamila? Eyang Tini hampir keceplosan bilang kalau Kamila sedang hamil.

Wiwi datang kembali ke kamar Eyang Tini beralasan untuk mengambil tas Kaffa. Wiwi sangat senang karena bertemu Haris. Eyang Tini minta agar Wiwi jangan memberitahu Kamila kalau ada yang menjenguknya karena tidak mau membuat Kamila sedih.

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila episode 69

Sinopsis Sinetron Kemilau Cinta Kamila episode 69 ( 15 Desember 2010 )

Eyang Tini bilang dia tidak dendam pada Fadil dan keluarga, Eyang Tini hanya bilang sikapnya hanya ingin memberi pelajaran pada orang - orang yang menyakiti Kamila. Eyang Tini meyakinkan Kamila kalau Fadil tidak akan membuat Kamila senang. Eyang Tini bilang dia bisa memberikan Kamila kebahagiaan. Kamila minta maaf dan berjanji tidak akan meninggalkan Eyang Tini dan berharap agar Eyang Tini segera sembuh. Eyang Tini sangat senang.

Andara bilang pada Taufan dia punya berita baik dan buruk. Taufan bilang terserah berita mana yang mau dikatakan Andara duluan. Andara bilang berita baiknya adalah Andara menolak permintaan papanya untuk mengambil alih proyek hotel Taufan karena Andara tidak mau pertemanannya dengan Taufan semakin memburuk. Berita buruknya adalah papanya menolak permintaan Andara. Taufan sangat marah dan Andara minta agar Taufan dan dirinya bersaing dengan sehat.

Fadil bilang pada Haris dan Laras, dia melihat Kamila yang tersenyum. Haris dan Laras menyuruh Fadil menemui Kamila, tapi Fadil takut malah membuat Kamila sedih.

Ambar membawa Indy pindah kembali ke rumahnya. Tama sangat senang dengan kehadiran Indy, apalagi Cantik juga di bawa.

Indy akan istirahat dan ia bilang pada Cantik kalau akhirnya mereka bisa senang karena terbebas dari Edo.

Ana mengetuk kamar Indy, Indy heran kenapa Ana mengetuk malam - malam. Ana bilang ada telepon untuk Indy dari Edo.

Edo berbicara dengan Indy, tapi Indy bilang dia sudah mengantuk dan ingin tidur. Edo bilang dia sangat kangen pada Indy dan Cantik, Indy yakin Edo menelepon hanya ingin mengecek kalau Indy dan Cantik di rumah Ambar dan tidak kabur. Edo bilang dia sangat mencintai Indy. Indy bilang Edo gombal dan menutup telepon.

Indy sebenarnya senang Edo bilang cinta padanya, tapi Indy menekan perasaannya karena tidak mau sakit hati lagi karena Edo. Di lain tempat Edo sangat yakin kalau Indy juga mencintainya, hanya Indy tidak mau mengakuinya.

Eyang Tiny menjadi lumpuh. Kamila dan Wiwi sangat sedih.

Sunday, December 12, 2010

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila 3 episode 68

Sinopsis Sinetron Kemilau Cinta Kamila 3 episode 68 ( 12 Desember 2010 )

Eyang Tini bilang Fadil itu ibarat mata pisau yang selalu menyakiti Kamila. Eyang Tini menyuruh agar Fadil jangan mencari Kamila lagi.

Haris dan Laras minta maaf pada Fadil, karena telah ikut sandiwara Taufan. Haris bilang andai dia membongkar sandiwaranya dari dulu, pasti keadaannya tidak akan jadi begini. Fadil bilang itu bukan salah Haris.

Kamila berterima kasih karena Wiwi telah menemani Kaffa di hari pertamanya bekerja. Wiwi bertanya kenapa Kamila tidak menemui Fadil? Padahal waktu di Bandung, Kamila pernah terbangun dan menyebut nama Fadil. Kamila belum sempat menjawab karena sudah dipanggil lagi untuk bekerja.

Eyang Tini berpikir dia akan menjaga Kamila dari Fadil, sampai Fadil tidak menjadi bonekanya Taufan.

Haris dan Tama berbincang dan sangat senang dengan semangat Fadil yang kembali seperti semula.

Tama dan Ambar heran dengan Taufan yang pulang cepat. Ambar mengira Taufan bertengkar dengan Fadil. Tama bilang itu tidak mungkin karena Fadil sedang bersama Haris dan Laras.

Kamila meminta Eyang Tini mencicipi pisang gorengnya. Eyang Tini bilang rasanya pas. Kamila tersenyum dan sangat senang.

Fadil melihat Kamila yang tersenyum. Fadil akan menemui Kamila tapi ingat kata - kata Eyang Tini yang bilang kehadiran Fadil hanya akan membuat Kamila sedih.

Eyang Tini meninggalkan Kamila dan Kamila merasa ada yang aneh. Kamila melihat Fadil di mobilnya. Kamila mencoba mendekat tapi Fadil malah pergi. Kamila yakin itu Fadil.

Kamila menerima obat dari supir dan bertanya Eyang Tini kenapa? Supirnya bilang tadi di apotik Eyang Tini bertemu dengan pria berkaca mata. Kamila yakin Eyang Tini bertemu Fadil.

Ambar khawatir Taufan yang terus mengurung diri di kamar. Ambar akan bertanya pada Taufan, tapi Tama melarangnya. Ambar bilang jangan mentang - mentang Taufan melakukan kesalahan jadi Tama tidak perhatian pada Taufan, nanti dibilang pilih kasih.

Marta meminta Ambar untuk makan malah sekalian membicarakan tentang Edo dan Indy. Ambar minta pendapat Tama. Tama bilang dia bersedia dan mengingatkan Ambar kalau tidak bersedia nanti dibilang pilih kasih terhadap Indy. Akhirnya Ambar juga menyetujui.

Edo akan mengantar Indy ke rumah sakit. Marta meminta mereka jangan pergi terlalu lama karena ada acara makan malam.

Kamila bertanya apa di apotik, Eyang Tini bertemu dengan Haris, Laras dan Fadil. Eyang Tini mengiyakan dan minta agar Kamila tidak menemui Fadil dan minta agar merahasikan kehamilannya. Kamila tidak mau dan ingin menjelaskan pada semuanya kalau Kamila tidak keguguran. Kamila tetap memaksa, Eyang Tini bilang jangan, karena Eyang Tini bisa memberikan apapun buat Kamila jadi Kamila tidak butuh Fadil. Kamila bilang dia tidak mau hidup seperti itu dan ingin menemui Fadil.

Kamila pergi dan pamit pada Wiwi akan pergi sebentar. Eyang Tini menangis dan sedih karena Kamila tidak mendengar kata - katanya. Eyang Tini pingsan, Wiwi melihatnya. Wiwi mengejar Kamila dan meminta Kamila jangan pergi dulu karena Eyang Tini pingsan.

Haris mempunyai perasaan kalau sesuatu terjadi pada Eyang Tini. Laras menyuruh agar Haris menghubungi Fadil, karena tadi Fadil mengikuti Eyang Tini. Haris bilang Fadil tidak bisa dihubungi.

Fadil bilang pada Ambar dia belum bertemu Kamila tapi melihat Kamila dari jauh. Fadil sedih dan langsung masuk kamar. Ambar heran karena sikap Taufan, Fadil dan Ana sama. Tama minta agar Ambar tenang.

Eyang Tini senang karena Kamila ada disinya dan minta agar Kamila jangan menghubungi Haris. Eyang Tini pingsan lagi dan Kamila minta agar Eyang Tini diselamatkan.

Haris benar - benar sangat khawatir dengan perasaannya. Laras mengajak Haris berdoa agar tidak terjadi sesuatu pada Eyang Tini.

Friday, December 10, 2010

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila episode 66 dan 67

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila episode 66 dan 67 ( 10 Desember 2010 )

Ana melihat Eyang Tini dan Kamila naik mobil.

Kamila bertanya kenapa Eyang Tini menyuruhnya naik mobil? Apa ada yang disembunyikan Eyang Tini? Eyang Tini bilang tidak ada apa - apa.

Tama memberi semangat pada Fadil agar jangan menjadi lemah. Fadil bilang semangatnya itu adalah Kaffa dan Kamila. Tama bilang semangat dan kekuatannya itu ada dalam diri sendiri dan berharap agar semangatnya itu bisa menemukan Kamila dan Kaffa. Fadil berterimakasih karena Tama telah memberinya semangat.

Eyang Tini langsung masuk ke kamar tanpa bicara dengan Kamila. Kamila tanya pada Wiwi apa yang terjadi dengan Eyang Tini? Wiwi bilang Eyang Tini jadi aneh karena bertemu dengan ibu - ibu berambut panjang dan anaknya. Kamila yakin itu Ambar.

Eyang Tini bersyukur karena Kamila tidak sempat bertemu Ambar. Karena kalau bertemu pasti Ambar sudah memaksa Kamila pulang bersamanya.

Kamila tanya apa benar Eyang Tini bertemu Ambar? Eyang Tini mengiyakan. Kamila tanya apa ada yang dibicarakannya dengan Ambar? Eyang Tini bilang Ambar menanyakan alamatnya tapi Eyang Tini tidak memberitahukan alamatnya. Eyang Tini bilang dia sengaja menyembunyikan Kamila dan menutupi kehamilan Kamila untuk memberi pelajaran pada Fadil dan keluarganya.

Thursday, December 9, 2010

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila episode 65

Sinopsis Sinetron Kemilau Cinta Kamila episode 65 ( 9 Desember 2010 )

Edo jadi sangat perhatian pada Indy. Indy sangat senang, tapi ia tidak ingin menjadi lemah karena tidak mau sakit hati lagi.

Fadil menerima SMS dari Kamila yang ingin bertemu. Fadil sangat senang. Kamila mendapat balasan dari Fadil yang sepakat bertemu.

Kamila menitipkan Kaffa pada Eyang Tini dan Wiwi. Kamila bilang akan membeli keperluan Kaffa. Eyang Tini menyuruh agar supirnya saja yang membelikan keperluan Kaffa, Kamila menolak. Kamila pergi. Eyang Tini sangat yakin ada yang disembunyikan oleh Kamila.

Edo meminta Indy menikah dengannya demi Cantik. Indy bilang dia tidak mau menikah seperti Kamila yang menikah dengan Fadil, demi Kaffa supaya Kaffa punya ayah. Edo minta agar Indy melupakan masa lalu mereka dan memulai hidup yang baru.

Kamila dalam mobil dan minta pada supir agar berhenti sebentar karena Kamila merasa mual. Di lain tempat Fadil juga merasakan hal yang sama.

Indy melihat Kamila di pinggir jalan. Edo terus membujuk Indy agar melupakan masa lalunya. Indy tidak memperhatikan Edo dan terus melihat Kamila, dan Kamilapun pingsan. Tapi Indy tidak melakukan apa - apa. Orang - orang datang membantu Kamila. Edo memperhatikan dan bilang pada Indy ada perempuan yang pingsan. Edo akan turun dari mobil untuk membantu, tapi Indy melarang dan mengajak Edo pergi. Indy bersyukur Edo tidak tahu kalau yang pingsan itu Kamila. Indy heran kenapa Kamila ada di Jakarta, seharusnya kan Kamila di Bandung.

Andara menangis sendirian di taman dan teringat pada Ambar yang terus saja tidak menyukainya.

Fadil datang ke taman tetapi Kamila tidak ada. Fadil berpikir dia kecepatan datang dan akan menunggu Kamila.

Andara melihat Fadil dan menghampirinya. Fadil bilang pada Andara dia janjian dengan Kamila. Andara sangat senang karena Fadil dan Kamila akan kembali bersatu. Fadil minta maaf atas tindakan Ambar yang kasar pada Andara. Andara tertawa, karena di hari yang sama Taufan dan Fadil meminta maaf padanya. Andara bilang dia sudah memaafkan semuanya dan pamit pergi.

Kamila sadar dari pingsannya dan akan pergi, karena ada janji dengan Fadil. Tetapi dokter melarangnya. Kamila tetap memaksa.

Andara memberi tahu Taufan kalau malam ini Fadil dan Kamila akan bertemu. Taufan sangat senang dan berterima kasih pada Andara karena Andara memberi tahunya. Andara heran karena Taufan belum tahu, Andara juga bilang tadi Fadil sendiri yang bilang padanya.

Kamila menuju taman dan berharap agar Fadil menunggunya. Fadil akan pergi dan HP Fadil terjatuh. Fadil sangat sedih karena HP nya rusak. Fadil takut Kamila menghubunginya.

Kamila datang ke taman dan Fadil tidak ada di sana. Kamila sangat sedih karena mungkin Fadil tidak sabar menunggunya. Fadil mencoba hubungi Kamila dari wartel. Kamila bingung karena ada panggilan masuk dari nomer yang tidak di kenal. Kamila akan mengangkatnya, tapi HP nya mati. Fadil sangat sedih karena Kamila tidak bisa di hubungi.

Eyang Tini mencari Kamila, tetapi belum ketemu. Eyang Tini menghubungi Wiwi dan Tanya apa Kamila sudah pulang? Wiwi menjawab belum. Eyang Tini sangat khawatir karena Kamila juga tidak bisa dihubungi.

Eyang Tini bertemu Kamila. Kamila bilang dia ingin menemui Fadil. Eyang Tini bilang tidak usah bertemu dengan Fadil. Kamila bilang dia tidak mau kesalah pahamannya semakin lebar dan ingin berbaikan dengan Fadil. Kamila bilang dia telat dan Fadil tidak bisa di hubungi. Eyang Tini bilang Fadil mungkin tidak datang dan tidak benar - benar ingin bertemu Kamila.

Wednesday, December 8, 2010

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila 3 episode 63 dan 64

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila 3 episode 63 dan 64 ( 8 Desember 2010 )

Eyang Tini sangat senang, karena telah menemukan Kamila. Kamila minta agar Eyang Tini jangan mengajaknya pulang.

Fadil minta alamat Wiwi pada Haris, karena kemungkinan Kamila tinggal bersama Wiwi sangat besar. Haris mau mengantar Fadil mencari Kamila dan Laraspun memaksa Kamila.


Ambar sangat kesal saat tahu Taufan masih bersama Andara. Ambar menghubungi Taufan dan minta Taufan membantu Fadil mencari Kamila, bukannya malah berduaan dengan Andara.


Andara tampak tidak enak dan menyuruh Taufan agar mengikuti saran Ambar.


Taufan menghubungi Fadil, Fadil bilang bersama Haris dan Laras menuju Bandung. Taufan akan menyusul, Fadil melarang.


Taufan pulang ke rumah, Ambar mengajak Taufan dan Tama untuk menyusul Fadil. Taufan bilang Fadil tadi bilang tidak usah disusul karena sudah ada Haris dan Laras. Ambar bilang dia tidak percaya pada Haris dan Laras, Ambar ingin menyusul karena ingin membantu Fadil berbicara dengan Kamila. Fadil dan Taufan tampak tidak suka Ambar menjelek - jelekan Haris dan Laras.


Taufan bingung karena Ambar bilang Andara itu menyukai Fadil bukan Taufan. Ambar bilang Andara itu menyukai Taufan karena untuk melampiaskan rasa sukanya pada Fadil. Andara datang. Taufan marah saat Andara menyebut - nyebut Fadil.


Marta bilang pada Ambar, dia ingin segera menikahkan Edo dengan Indy secepatnya. Marta minta maaf bukan berarti dia tidak peduli dengan masalah Ambar dan keluarga. Ambar bilang dia tidak bisa menyiapkan pernikahan Indy, Marta bilang Ambar tidak usah memikirkan apa - apa. Ambar tetap meminta agar pernikahan Edo dan Indy ditunda.


Ambar marah melihat Fadil dan Andara berduaan. Taufan minta agar Ambar jangan membela Andara, Taufan bilang dia yang salah. Ambar tidak mau mengerti dan mengajak Taufan pulang. Marta juga pamit. Andara sangat sedih.

Tuesday, December 7, 2010

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila 3 episode 62

Sinopsis Sinetron Kemilau Cinta Kamila 3 episode 62 ( 7 Desember 2010 )

Indy kecewa karena tahu Edo pergi ke Bandung bersama Eyang Tini untuk mencari Kamila. Indy juga kecewa karena Marta menutupi kesalahan Edo dan bilang Edo pergi ke Bandung untuk urusan pekerjaan. Edo menjelaskan pada Indy, di atas semuanya di hati Edo yang terpenting adalah Indy dan Cantik.

Indy menanyakan pada Ana, yang lainnya pada kemana? Ana bilang yang lainnya sudah pada pergi untuk mencari Kamila.

Indy marah karena tidak hanya Edo, semuanya juga sangat perhatian pada Kamila.

Andara menahan Kamila untuk pergi, tetapi Kamila tetap pergi. Andara juga tidak bisa berbuat apa - apa, karena merasa bersalah telah mengikuti sandiwara Fadil dan Taufan untuk membohongi Kamila.

Fadil dan semuanya datang menemui Andara. Ambar marah karena Andara membiarkan Kamila pergi dan seharusnya Andara mengikuti Kamila, supaya tahu Kamila ada dimana. Andara bilang Kamila pergi karena belum siap bertemu Fadil.

Ambar mengajak Tama pergi, karena Kamila juga tidak ada bersama Andara.

Fadil bagaimanapun tetap berterimakasih pada Andara.

Kamila bersama Kaffa dan sangat sedih karena pasti membuat Fadil kecewa. Kamila berjanji bila saatnya tiba, pasti dia dan Fadil akan kembali bersatu.

Marta marah pada Edo karena membohongi Indy lagi. Edo bilang dulu Marta yang melarangnya jujur pada Indy. Marta beralasan karena Indy itu orangnya pencemburu.

Indy akan pergi bersama Cantik. Marta melarang. Indy bilang dia sudah tidak tahan dengan sikap Edo yang selalu membohonginya. Ana menampar Indy dan bilang Indy itu hanya bisa kabur dan kabur. Ana minta Indy agar jangan membuat masalah karena keluarganya itu sedang susah. Ana mengingatkan Indy itu orangnya tidak bisa hidup susah, berbeda dengan Kamila. Indy menangis. Ana minta Edo agar jangan egois dan harus memikirkan Cantik. Indy makin menangis dan Edo memeluk Indy.

Saturday, December 4, 2010

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila 3 episode 61

Sinopsis Sinetron Kemilau Cinta Kamila 3 episode 61

Tama mengajak Fadil pulang, karena Kamila juga belum ditemukan dan Kamila belum mau pulang.

Wiwi akan pergi berjualan pisang goreng, tapi jatuh sakit. Kamila melarang Wiwi, Wiwi tetap memaksa karena sayang sekali kalau pisang goreng yang telah dibuatnya tidak dijual. Kamila juga berpikir dengan keuangannya yang tinggal sedikit. Akhirnya Kamila menyuruh Wiwi tetap istirahat dan Kamilah yang akan berjualan.

Eyang Tini datang menemui Wiwi dan ingin bertemu tantenya Wiwi yang pintar masak, ingin mengucapkan terima kasih. Wiwi bilang tantenya sedang pergi jualan. Eyang Tini lalu menanyakan adik Wiwi, Wiwi bilang adiknya ikut dengan Tantenya. Eyang Tini terkesan marah dan bilang masa anak bayi di ajak berjualan. Wiwi bilang kalau adiknya bersamanya, nanti ketularan sakit. Eyang Tini mengerti.

Fadil melihat Kamila sedang berjualan dan Kamilapun sepertinya melihat mobil Tama. Fadil bilang ke Tama, sepertinya tadi dia melihat Kamila.

Kamila ada pesenan 200 pisang goreng, Kamila sangat bersyukur dengan pesanan itu, karena itu cukup untuk dirinya cek kandungan.

Eyang Tini cerita dia sedang mencari cucunya yang hilang. Wiwi mendoakan semoga cucu Eyang Tini cepat ditemukan. Eyang Tini memesan pisang goreng 100 biji, Wiwi sangat senang. Eyang Tini memberikan bingkisan pada Wiwi, untuk diberikan pada tantenya. Eyang Tini belum tahu kalau tantenya Wiwi itu adalah Kamila dan Wiwi juga belum tahu kalau cucunya itu adalah Kamila.

Tama pulang, Ambar menanyakan Fadil? Tama bilang Fadil ikut pulang bersamanya, tapi minta diturunkan di jalan karena masih ada keperluan lain.

Fadil datang menemui Taufan dan meminta maaf padanya. Sekarang Fadil sadar kalau Kamila itu pergi bukan karena Taufan, tetapi dia sendiri juga menjadi penyebabnya. Fadil bilang Kamila memang belum mau pulang. Taufan bertanya apa Fadil sudah bertemu Kamila? Fadil bilang ia hanya berbicara di telepon dengan Kamila.

Kamila kaget saat Wiwi bilang ada 100 pesanan pisang goreng. Wiwi bertanya kenapa Kamila tampak tidak senang? Kamila bilang dia hanya kaget saja, karena barusan juga dia dapat pesanan 200 biji. Wiwi sangat senang karena pesanannya banyak. Kamila bertanya siapa yang memesan pisang goreng 100 biji pada Wiwi? Wiwi bilang Nenek yang baik hatilah yang telah memesan. Kamila tahu orang yang dimaksud Wiwi adalah Eyang Tini. Kamila heran ada acara apa sampai Eyang Tini memesan pisang goreng sangat banyak.

Kamila membuat pisang goreng pesanannya. Sementara itu di tempat lain Fadil menangis sambil melihat hasil USG Kamila yang terakhir.

Ibu yang memesan pisang goreng untuk arisan datang dan mengambil pesanannya. Lalu datang supir Eyang Tini mengambil pesanannya juga. Wiwi bertanya kenapa tida Eyang Tini yang mengambilnya sendiri? Supirnya itu bilang majikannya sedang ada acara. Supir itu memberikan bingkisan untuk Kamila dari Eyang Tini.

Edo marah pada Fadil yang malah datang ke aqikahnya Cantik dan bukannya mencari Kamila. Edo sangat khawatir karena Kamila bawa Kaffa dan habis keguguran.

Kamila bilang pada Wiwi dia akan ke Jakarta. Wiwi sangat sedih dan tidak mau Kamila pergi dan meninggalkannya sendirian. Kamila bilang dia pergi hanya untuk sementara, Kamila ingin memeriksa kandungan. Wiwi kaget sekaligus senang karena Kamila sedang hamil lagi.

Friday, December 3, 2010

Wednesday, December 1, 2010

Sinopsis Kemilau Cinta Kamila 3 episode 57

Sinopsis Sinetron Kemilau Cinta Kamila 3 episode 57

Fadil mendapat kabar dari orang, kalau dia pernah melihat  Kamila di Bandung.

Taufan meminta agar Kamila kembali demi Fadil. Taufan minta Kamila boleh memukul atau menampar dirinya, asal Kamila mau kembali. Kamila tetap menolak untuk kembali dan dia bilang kalau misal dengan memukul atau menampar Taufan bisa mengobati luka dan sakit hatinya, itu sudah Kamila lakukan dari dulu.

Indy mengajak Cantik pergi dari rumah Edo untuk selamanya.

Eyang Tini, Haris dan Laras sedang di restoran dan sangat sedih karena pencarian Kamila belum ada hasilnya.

Sementara itu Kamila ada di tempat yang sama. Kamila sedih dan terharu melihat Eyang Tini, Haris dan Laras datang jauh - jauh mencarinya.

"Eyang Tini, Haris dan Laras meminta agar Kamila pulang. Kamila dengan berat hati menolak dan bilang kehidupannya sekarang sudah tenang. Kamila akan pergi, Eyang Tini menarik tangan Kamila agar jangan pergi, Kamila tetap memaksa pergi dan membuat eyang Tini terjatuh dan pingsan."

Hal itu hanya terjadi dalam pikiran Kamila, Kamila merasa ini belum saatnya dia menemui Eyang Tini, Haris dan Laras. Karena Kamila belum siap kembali pulang dant takut terjadi sesuatu dengan kesehatan Eyang Tini.

Taufan menemui Fadil dan minta maaf Kamila belum ditemukan. Taufan bilang Fadil sudah boleh pulang dan Fadil bisa ikut bersama mencari Kamila.

Fadil bilang apa benar Kamila belum ditemukan? Dia dapat kabar Kamila di Bandung. Taufan bilang Kamila tidak ada di Bandung.

Fadil bilang itu tidak mungkin, dan kenapa Taufan sangat yakin? Taufan bilang karena dia ketemu Kamila di Sukabumi.

Taufan bilang dia sudah bertemu Kamila, tetapi Kamila tetap tidak mau pulang, dan sekarang Taufan juga kehilangan jejak Kamila.

Kamila berterimakasih pada Wiwi karena telah membelikan susu buat Kaffa dan menjaganya. Wiwi bilang uang buat susu Kaff dikasih oleh bapak - bapak. Kamila penasaran dengan orang yang telah berbaik hati itu dan curiga, Harislah yang telah memberikan Wiwi uang. Apalagi saat Wiwi bilang bapak - bapak itu memakai baju biru, sama persis dengan baju Haris yang dilihatnya di restoran.