Wednesday, November 17, 2010

Sinopsis Putri Yang Ditukar episode 102

Sinopsis Sinetron Putri Yang Ditukar episode 102 ( 17 November 2010 )

Arman kecewa karena Zahira tidak datang, Zahira lupa memberitahu kalau dia akan datang telat.

Ihsan, Utari dan Prabu berdoa untuk keselamatan Amira. Amira akhirnya sadar, Utari sanagt senang. Amira kaget karena ada Prabu. Rizki bilang Prabulah yang menolong Amira. Amira beretrimakasih pada Prabu, karena telah menolongnya. Wisnu marah dan bilang Amira tidak usah berterimakasih pada Prabu, Karena Prabulah yang membuat Amira digigit ular. Semunya mendengarkan kata - kata Wisnu.

Wisnu bilang Prabu tidak mungkin ada bersamaan di tempat kejadian dari tempat Amira digigit ular, ia yakin sekali pasti Prabu telah merencanakan semuanya. Prabu minta Wisnu jangan membuat kesabarannya hilang. Amira minta Wisnu agar jangan menuduh Prabu, Utari bilang Prabu memang orang jahat. Ihsan sangat marah dan bilang Prabu memang berkali - kali mencelakakan keluarganya.

Prabu menyuruh Ihsan keluar kalah hanya berisik karena akan mengganggu Amira. Utari bilang Prabulah yang harus keluar. Rizki bilang semuanya jangan bertengkar karena yang paling penting adalah keadaan Amira cepat pulih, dokter juga bilang begitu. Prabu dan Ihsan akhirnya meminta maaf.

Dokter bilang Amira sudah boleh pulang, karena bisa ular itu telah dikeluarkan sebelum Amira sampai Rumah sakit jadi di Rumah Sakit itu tinggal pemulihan saja. Ihsan mengajak Amira pulang, Prabu menawarkan untuk mengantarkan Amira dan keluarganya pulang. Wisnu memanas - manasih agar Prabu jangan ikut campur. Ihsan bilang dia bisa memastikan Amira pulang dengan selamat. Prabu berpikir andai saja Amira adalah putri kandungnya.

Zahira datang bersama Tirta, Arman sudha tidak ada disana. Zahira mencari - cari Arman. Zahira berpikir Arman dulu setia menunggunya berapa lamapun saat Arman masih bekerja dikeluarganya, sekarang Arman sudah tidak mau menunggunya. Zahira berpikir Arman tidak benar - benar inging bertemu dengannya. Tirta melihat ada bunga disana. Tirta berpikir pasti tadi Arman sudah ada disana. Tirta pura - pura baik dan meminta maaf pada Zahira, karena gara - gara mobilnya mogok, Zahira jadi telat bertemu Arman.

Utari menyuruh agar Amira beristirahat. Rizki minta maaf pada Amira, karena gara - gara pergi bersama dirinya amira jadi digigit ular, Rizki pamit pulang.

Amira bilang pada Ihsan agar jangan bersedih, karena dirinya sudah tidak apa - apa lagi. Ihsan merasa lebih sedih karena yang menolong Amira adalah Prabu. Ihsan merasa dirinya selalu kalah kalau bersaing dengan Prabu. Ihsan bilang dia tidak rela berbagi Amira dengan Prabu. Amira menenangkan Ihsan dan bilang Ihsan adalah orang yang sangat disayanginya.

Arman pulang ke rumah, dia bilang sangat sedih karena Zahira tidak datang. Wisnu memberi semangat pada Arman. Arman merasa Wisnu adalah ayahnya, Wisnu bilang dia boleh menganggapnya sebagai ayah kandungnya. Arman sangat senang. Wisnu memberi tahu kalau Amira digigit ular.

Arman datang menemui Amira dan bertanya keadaannya. Amira bilang dia digigit ular di pemakaman saat pergi bersmaa Rizki. Amira bilang dia mencari informasih tentang Leny, Rizki dan Amira curiga kalau Leny sudah meninggal.

Surti terus menggoda Prabu, Prabu sangat marah. (Duh Surti ini orangnya sangt percaya diri, Hehe). Aini datang dan bertanya ada apa. Surti pergi dan bersyukur karena Aini tidak curiga kalau dia ada affair dengan Prabu. Prabu minta Aini memecat Surti karena tingkah lakunya sudah benar - benar kelewatan. Aini bilang Surti itu orangnya sangat baik dan pekerjaannya rapih meskipun tingkah lakunya agak aneh. Aini bilang sepertinya yang membuat Prabu pusing itu bukan Surti, tetapi ada masalah lain yang dipikirkan Prabu.

"Prabu mengambil surat yang ada dibawah pintu. Prabu membacanya, dan Selena datang dan mengambil surat itu dari tangan Prabu. Prabu bertanya ada peristiwa apa 21 tahun yang lalu? Prabu bilang pasti Selena selingkuh dan punya laki - laki lain? Prabu bertanya siapa lelaki itu? Prabu bilang pasti Meisya bukan anak kandungnya? Meisya bilang dia tidak mungkin anak orang lain, dia adalah anak Prabu". Selena bangun dari mimpinya. Meisya bersyukur semuanya hanya mimpi. Selena tidak mau kalau rahasianya terbongkar karena bisa - bisa dia bakal kehilangan semuanya.

Tirta menanyakan kabar Amira pada Rizki. Rizki bilang Amira digigit ular. Rizki bilang Tirta urus saja pekerjaannya sendiri dan jangan coba - coba mendekati Amira, karena Amira biar dia yang urus. Rizki pamit ke belakang sebentar. Tirta melihat surat Rizki dan sangat kaget karena disana ada tulisan ayahnya. Rizki marah pada Tirta. Tirta bilang tadi kertasnya jatuh dan dia mengambilnya. Rizki bilang itu adalah surat dari pacar Tirta. Tirta bingung, maksud Rizki siapa? Rizki bilang dari Surti, pacar Tirta. Tirta sangat kesal sekaliTirta yakin itu adalah tulisan ayahnya. . Tirta lalu berpikir surat itu oleh ayahnya ditujukan pada Aini atau Selena. Tirta yakin surat itu untuk Selena, karena dulu ayahnya pernah bilang agar Tirta jangan sekali - kali mengganggu Selena.

Arman bilang pada Amira kalau Zahira mengajaknya bertemu, tetapi Zahira tidak datang. Arman curiga kalau Zahira memang tidak mau bertemu dengannya. Arman memberi Arman semangat agar jangan patah semangat. Arman bilang kemarin - kemarin dia sangat senang karena dia merasa dekat sekali dengan Zahira, Arman juga bilang kalau Wisnu mendukung kalau Arman mendekati Zahira. Amira jadi berpikir seharusnya Wisnu tidak suka pada Zahira, karena Wisnu adalah musuh Prabu.

Zahira berpikir kenapa Arman tidak datang, Zahira bertemu dengan Arman. Zahira bertanya kenapa Arman tidak datang? Arman bilang dia datang tetapi Zahira membatlkan janjinya, Arman memperlihatkan SMS yang dikirim Zahira. Zahira bilang jam segitu dia sedang dalam perjalanan menuju ke tempat mereka bertemu. Tetapi di perjalanan mobil mereka mogok dan Tirta membetulkannya dulu. Zahira curiga kalau Tirta yang mengirimkan SMS ke Arman karena tasnya dia simpan di dalam mobil.

Zahira bertanya Arman mau  membicarakan apa waktu mengajaknya bertemu. Arman bilang akan bilang sesuatu, Arman mengajaknya ke taman. Meisya datang dan menghina Zahira pacaran dengan mantan supir. Arman merasa dia tidak pantas untuk Zahira, lalu Amira datang dan membela Arman yang dihina Meisya. Meisya bilang pasti Amira cemburu pada Zahira. Zahira merasa sedih.

0 comments:

Post a Comment