Thursday, November 4, 2010

Putri Yang Ditukar episode 77 dan 78

Sinopsis Sinetron Putri Yang Ditukar episode 77 dan 78
Zahira tidak mau kembali ke rumahnya, Utari dan Amira mengajaknya untuk tinggal bersama.

Meisya dan Selena sangat senang ketika mendengar Zahira hilang dan belum ditemukan.

Zahira dan Amira merasa mereka seperti tukeran nasib. Zahira bilang dulu Amira tinggal di rumahnya dan sekarang Zahira tinggal di rumah Amira. Amira trsenyum dan mengiyakan.

Aini dan Prabu mencari - cari Zahira. Aini menanyakan Zahira dengan mempeerlihatkan foto Zahira ke tukang Es Krim. Tukang es krim itu bilang kemarin perempuan yang di foto itu membeli es krim darinya, kemudian pergi dengan 2 orang perempuan. Yang satu berambut agak pendek dan bergelombang dan yang satu lagi perempuan dengan rambut panjang yang diikat. Prabu yakin kalau Zahira bersama Amira dan Utari.

Selena menghubungi Prabu dan menanyakan apa sudah ada kabar tentang Zahira. Prabu bilang Zahira tinggal bersama Amira. Selena berniat akan menemui Zahira.

Aini dan Prabu bertemu dengan Amira yang sedang mencari Zahira. Amira membenarkan kalau Zahira tinggal bersamanya dan Amira bersedia mengantar Prabu dan Aini agar bertemu dengan Zahira.

Zahira mau pamit pada Utari untuk pergi sebentar, tiba - tiba Selena dan Meisya datang. Selena tentu saja mengejek Zahira yang tinggal di rumah kecil bersama Utari dan keluarganya.

Prabu, Aini dan Amira datang. Utari marah pada Amira karena sudah membawa Prabu datang, Prabu balika marah pada Utari karena telah memarahi Amira yang tidak tahu apa - apa. Zahira marah pada Prabu karena Prabu memarahi Utari. Prabu mengajak Zahira pulang. Zahira menolak dan Zahira bilang dia lebih bahagia tinggal bersama Utari dan Ihsan karena kalau Zahira di rumah Selena dan Meisya selalu mengganggunya, malah Zahira juga minta tukeran tempat dengan Amira. Zahira bilang Prabu akan lebih senang jika Amira yang tinggal di rumahnya.

Prabu yakin Zahira tidak mau pulang bukan karena Selena atau Meisya tetapi karena bujukan Ihsan dan Utari. Prabu bilang akan melaporkan Ihsan sekeluarga ke polisi. Zahira mengancam Prabu, kalau hal itu terjadi Zahira akan bilang ke polisi hal yang sebenarnya. Selena dan Meisya menyeret Zahira untuk pulang. Prabu marah pada Selena dan Meisya karena memperkeruh suasana. Prabu menyuruh Selena dan Meisya agar pulang duluan.

Aini mengizinkan Zahira tinggal bersama Amira kalau itu kemauan Zahira, tetapi Prabu tidak terima. Akhirnya Prabu mengizinkan dengan berat hati dan kalau misal ada apa - apa dengan Zahira, Ihsan dan keluarganya harus tanggung jawab. Aini minta Utari untuk menjaga Zahira. Utari bilang tidak apa - apa asal Prabu setuju. Ihsan kurang setuju. Amira sangat setuju dan senang karena itu artinya Amira akan punya saudara untuk berbagi di rumah. Aini dan Prabu pamit dan dengan berat hati meninggalkan Zahira bersama Amira dan keluarganya.

Selena dan Meisya memanas - manasi Prabu dan bilang Aini sengaja mengizinkan Zahira tinggal di rumah Ihsan, supaya Aini punya alasan untuk sering - sering bertemu dengan Ihsan dan bilang kalau sebenarnya Aini masih mencintai Ihsan. Aini menangis dan pergi. Prabu juga bilang pusing dan pergi. Selena dan Meisya sangat senang karena Zahira tidak ada di rumah dan sepertinya Prabu dan Aini bertengkar dan Selena dan Meisya pun yakin Ihsan dan Utari pun akan bertengkar karena permasalahan Zahira.

Ihsan dan Utari bertengkar karena Zahira, Ihsan agak keberatan kalau Zahira tinggal bersamanya. Zahira mendengarkan semuanya dengan sedih. Zahira bilang dia hanya ingin tinggal bersamanya sementara. Ihsan bilang dia hanya tidak mau bermasalah dengan Prabu, Zahira meyakinkan Ihsan kalau Prabu tidak akan berbuat macam - macam. Utari dan Amira minta izin Ihsan agar mengizinkan Zahira tinggal, akhirnya Ihsan mengizinkan. Zahira memeluk Ihsan dan Utari pun memeluk Ihsan dan Zahira. Amira merasa cemburu melihat Ihsan, Utari dan Amira yang bereplukan. Sedangkan Wisnu kebalikan dari Amira, dia sangat senang melihat ketiganya berpelukan.

Arman dan Zahira sedang berbincang. Zahira bilang dia sangat nyaman tinggal di rumah Ihsan, dia mendapatkan ketenangan dan seakan - akan ia itu kembali ke rumahnya. Arman jadi curiga mungkin Zahira benar - benar anak Ihsan. Zahira bilang pada Arman, dia merasa tidak enak hati pada Amira, takut Amira merasa iri. Karena dulu saat Amira tinggal di rumahnya dia juga merasa iri melihat kedekatan Amira dengan Ihsan dan Prabu. Zahira takut Amira merasakan hal yang sama. Zahira sangat senang dia bisa kembali curhat dengan Arman, Zahira sempat berpikir dia tidak akan pernah bertemu dan kembali curhat dengan Arman.

Amira mendengarkan perbincangan Arman dan Zahira. Amira bilang sekarang perasaannnya pada Arman sudah berubah, oleh karena itu Amira tidak perlu merasa cemburu melihat kedekatan Arman dan Zahira.

Prabu sedang berpikir sendiri di taman. Prabu memikirkan kata - kata Selena tentang Aini, bisa jadi Selena benar kalau Aini memang masih mencintai Ihsan. Amira datang dan menyapa Prabu. Prabu bilang saat ini hal yang tidak ingin dilihatnya itu adalah Amira, karena dia anak Ihsan. Amira akan pergi, tetapi Prabu minta maaf karena dia sudaj berkata kasar pada Amira. Prabu akhirnya minta Amira untuk menemaninya. Prabu cerita tentang kemungkinan Aini yang mencintai Ihsan. Amira bilang tidak mungkin Aini dan Ihsan masih ada hubungan karena Ihsan ayahnya sangat mencintai Utari dan menyayangi Amira. Amira juga bilang Aini itu sangat mencintai Prabu dan Zahira. Amira bilang Prabu itu terlalu posesif terhadap apa yang dimiliki dan itu bisa saja menyebabkan Prabu berbuat macam - macam, misalnya seperti kejadian waktu Prabu mencoba membunuh Ihsan.

Prabu akhirnya sadar dan ia bilang pada Amira akan minta maaf pada Aini. Amira mengajak Prabu pergi ke Toko Bunga. Prabu bingung, lalu Amira bilang Prabu bisa meminta maaf dengan cara memberi kejutan untuk Aini dengan cara membelikan bunga. Prabu minta Amira memilihkan bunga untuknya. Bungan pilihan Amira ternyata sama persis dengan bunga kesukaan Aini. Prabu jadi yakin kalau Amira itu benar - benar anaknya. Amira juga bilang dia alergi dengan bungan sepatu, Prabu ingatt kalau dia punya alergi yang sama dengan bungan sepatu. Tetapi Prabu membuang perasaannya jauh - jauh pada Amira dan bilang bisa saja hal itu adalah kebetulan. Prabu memberikan setangkai bunga juga buat Amira.

Arman memikirkan Zahira ada hubungannya dengan Ihsan. Arman akan mencari tahu dengahn cara dia bekerja di tempat yang sama dengan Ihsan. Arman mulai bertanya - tanya kenapa Ihsan pernah menganggap Zahira sebagai putrinya, Ihsan itu bilang karena Wisnu yang bilang demikian. Arman akan mencari tahu dari Wisnu.

Surti memergoki Tirta yang sedang berbicara dengan pembantu. Tirta menanyakan Leny pada pembantu itu, pembantu itu bilang Leny dibawa pergi setelah kebakaran oleh suaminya, lalu Tirta menanyakan alamat suaminya Leny. Tirta bilang tidak usah. Surti salah paham dan malah menyangkan Tirta bermesraan dengan pembantu lain. Rizki mendengar keributan lalu ia keluar. Rizki kaget melihat Tirta ada di rumahnya. Tirta bilang dia datang untuk menemui Rizki karena mau memberitahu kalau Zahira tinggal di rumah Amira. Takutnya Rizki ada perlu dengan Zahira untuk urusan proposal merger perusahaan. pembantunya bilang tadi Tirta bukan mencari Rizki, tetapi mencari Leny. Rizki curiga terhadap Tirta, karena mencari ibunya.

Zahira membantu Utari untuk jualan kue, Wisnu senang sekali melihat Zahira dan Utari akrab. Selena dan Mesiya melihat Utari dan Zahira yang sedang berjualan, lalu seperti biasa Selena dan Meisya mengganggu Zahira dan Utari. Selena mendorong Utari, lalu Zahira mendorong Selena hingga terjatuh. Meisya marah dan mendorong Zahira. lalu ada 3 laki - laki yang datang dan bilang agar Selena jangan coba - cona mengganggu Utari karena dia adalah temannya. Selena dan Meisya ketakutan dan pergi.

Rizki heran karena Amira dan Zahira itu seperti tukeran tempat. Rizki tidak terlalu mempermasalahkan hal itu kareha ia ke rumah Amira untuk mengatakan cinta. Rizki juga yakin kali ini dia akan berhasil , karena ia punya tim sukses. Rizki menghubungi orang tim suksesnya itu, dan perempuan yang ditelepon itu bilang dia akan membantu Rizki.

Amira datang dan mencari Utari. Wisnu bilang Utari sedang berjualan kue bersama Zahira. Amira akan menyusulnya, tetapi Wisnu menahannya. Amira mencoba melepakan tangan Wisnu. Rizki melihat Wisnu yang kasar pada Amira. Rizki ingat kata - kata Prabu yang bilang kalau Wisnu itu selalu menyakiti Amira, dan hal ini memang terbukti karena Rizki melihatnya sendiri. Rizki membawa Amira pergi.

Aini sedang sendirian dan ia memikirkan Zahira, lalu Prabu datang dan memberinya kejutan. Aini sangat senang, Aini menerima bungan dari Prabu dan akhirnya Aini dan Prabu berbaikan. Selena dan Meisya akan melaporkan sikap Zahira yang kasar pada Prabu tetapi mereka kecewa ketika melihat Aini dan Prabu sudah berbaikan.

Rizki dan Amira sampai di sebuah jembatan. Rizki kesal karena Amira itu canti tetapi bodoh sekali tidak bisa peka terhadap perasaan cinta Rizki pada Amira. Rizki lalu mengenalkan Rhena pada Amira dan bilang Rhena ini adalah orang yang akan bunuh diri karena di tolak oleh cintanya. Rhena baru akan mengurungkan bunuh diri kalau Rizki memang sudah punya pacar. Rizki bilang agar Amira mengaku sebagai pacarnya supaya Rhena tidak bunuh diri. Rhena akan loncat, Rizki meminta Amira agar bilang bahwa mereka pacaran, supaya Rhena tahu kalau alasan menolak cintanya itu karena sudah punya pacar. Tetapi Amira malah diam saja. Rhena ternyata banar - benar loncat ke sungai yang deras. Amira dan Rizki sangat terkejut.

Sinetron Putri Yang Ditukar episode 77 dan 78






Thanks and Full Credit to: iamyiwern1 Channel

0 comments:

Post a Comment